INILAH CIRI MUSLIM SEJATI
Dalam ibadah haji dan umroh kita akan berjumpa dengan berbagai macam orang dari segala penjuru dunia. Ada saudara kita yang berkulit putih dari eropa, ada yang berkulit hitam dari afrika, ada yang berkulit kuning dari cina dll.
Kesemuanya itu disatukan melalui Islam, subhanallah. Sehingga untuk memudahkan mengenal identitas sesorang, pemerintah Saudi memberikan tanda asal negara setiap orang melalui gelang yang diikatkan di tangan.
Tapi tahukah Anda apa yang menjadi ciri utama seorang muslim?
Sehingga jika seseorang memiliki ciri ini, dimanapun dia berada pasti akan dikenali sebagai muslim yang baik.
Apakah itu?
Mari kita simak hadits Nabi dalam riwayat Bukhari berikut ini, "Seorang muslim yang sejati adalah dia ketika orang lain selamat dari lisan dan tangannya".
Ini adalah ciri yang sangat sederhana namun tidak mudah dalam mengamalkannya.
Betapa banyak kita melihat seorang muslim menjelekkan muslim yang lain, hanya karena beda pemahaman, mungkin yang satu berjenggot yang satu tidak, lalu keduanya saling menjelekkan satu sama lain. Naudzubillah...
Semoga kita dijauhkan dari perbuatan menyakiti orang lain.
Ada kisah menarik dari generasi sahabat yang sangat menginspirasi karena kebaikan dirinya dalam menjaga lisan dan perbuatannya.
Begini kisahnya...
Sahabat Rasulullah Anas bin Malik menceritakan bahwa ada sebuah kejadian yang dialami di sebuah majelis bersama dengan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam.
Anas bin Malik radiyallahu'anha bercerita :
“Pada suatu hari ia duduk bersama dengan Rasulullah, kemudian beliau bersabda, “Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga."
Kemudian muncullah seorang laki-laki dari golongan Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Lalu kemudian ia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kirinya.
Dan keesokan harinya, Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam juga bersabda sama seperti hari sebelumnya, “Akan datang seorang laki-laki penghuni surga." Dan muncullah laki-laki itu lagi. Kejadian itu terus berulang sampai 3 hari berturut-turut.
Lalu ada di antara sahabat yang penasaran ialah Abdullah bin Amr bin Al-Ash mencoba untuk mengikuti seorang laki-laki yang telah disebut oleh Rasulullah sebagai penghuni surga.
Kemudian beliau pun berkata kepada laki-laki tersebut :
“Saya sekarang ini sedang ber-tengkar dengan ayah saya, dan saya sudah berjanji kepada ayah saya selama tiga hari ini saya tidak akan menemuinya. Maukah engkau memberi tempat bermalam untuk saya selama tiga hari saja?”
Lalu laki-laki itu menjawab, "Baiklah silakan engkau boleh tinggal di rumahku selama yang engkau mau."
Kemudian Abdullah bin Amr mengikuti orang itu ke rumah-nya, dan tidurlah Abdullah bin Amr di rumah laki-laki tersebut.
Di malam pertama Abdullah bin Amr menduga kalau laki-laki ini akan mendirikan shalat malam, tetapi ternyata laki-laki itu tertidur terus.
Sempat laki-laki itu bangun di tengah malam, namun hanya sesaat saja mengucapkan dzikir lalu kemudian tidur lagi.
Di malam berikutnya Abdullah bin Amr masih penasaran barangkali laki-laki itu punya amalan istimewa lainnya. Namun ternyata dia menemukan hal sama seperti malam sebelumnya yaitu tertidur pulas sampai shubuh.
Sampai malam ketiga Abdullah bin Amr sama sekali tidak melihat sesuatu yang sangat istimewa di dalam ibadah laki-laki tersebut.
Lalu keesokan paginya Abdullah bin Amr berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, dan sungguh aku juga tidak menjauhinya. Akan tetapi aku telah mendengar bahwa Rasulullah berkata tentang dirimu sampai tiga kali, "Akan datang seorang laki-laki penghuni surga.”
Kemudian yang muncul adalah dirimu. Rasulullah mengulang sabda yang sama sampai 3 hari berturut-turut dan selama itu pula yang muncul adalah dirimu.
Aku berniat memperhatikan amalan-amalanmu agar aku juga dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amalan yang sama diriku ini bisa mencapai kedudukanmu.”
Lalu laki-laki tersebut menjawab: “Yang aku amalkan sungguh tidak lebih dari apa yang telah engkau saksikan.”
Ketika aku berpaling untuk pamit pulang, dia (laki-laki itu) memanggilku lagi, kemudian ia berkata,
“Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang telah engkau saksikan tersebut. Hanya saja aku tidak pernah sedikitpun menyimpan niat yang buruk terhadap seluruh umat muslim, dan sungguh aku tidak pernah menyimpan rasa “dengki” kepada mereka atas kebaikan yang telah Allah berikan kepada mereka.”
Lalu Abdullah bin Amr berkata :
“Sungguh, begitu bersihnya hatimu dari perasaan jelek terhadap seluruh kaum muslimin, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan dirimu sampai ke tempat yang terpuji itu (surga). Hal inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan.”
Subhanallah sungguh kelihatannya disini sangat sederhana, akan tetapi justru amalan inilah yang seringkali sulit kita amalkan.
Mungkin di hari ini kita mampu berdiri tegak, rukuk dan sujud kepada Allah untuk melaksanakan shalat, akan tetapi terasa sangat sulit bagi kita untuk menghilangkan kebencian, rasa tidak suka terhadap kebahagiaan orang lain yang justru hal itu merugikan diri kita sendiri.
Sumber : Islam Itu Indah
0 komentar:
Posting Komentar