Indahnya berbagi apa yang kita tahu

Jumat, 03 Februari 2017

Tujuh Iblis yang Datangi Manusia saat Sakaratul Maut

Tujuh Iblis yang Datangi Manusia saat Sakaratul Maut

 Iblis memiliki tugas untuk menggoda manusia agar menjadi temannya di dalam neraka kelak. Hal inilah yang membuat peristiwa sakaratul maut menjadi kesempatan baik, untuk mereka menjadikan manusia kafir.

Iblis-iblis yang mendatangi manusia saat sakaratul maut ini perlu diwaspadai, karena mereka akan menjerumuskan kita pada kemaksiatan sebelum meninggal dunia. Inilah tujuh iblis yang mendatangi manusia saat akaratul maut.

iblis dengan rupa binatang yang ditakuti. Ketika ada orang dalam keadaan sakaratul maut, ada iblis yang mendatanginya dengan rupa binatang yang ditakuti, seperti ular, harimau, singa atau binatang lainnya........

Iblis memiliki tugas untuk menggoda manusia agar menjadi temannya di dalam neraka kelak. Hal inilah yang membuat peristiwa sakaratul maut menjadi kesempatan baik untuk mereka menjadikan kafir manusia. 7 jenis iblis yang mendatangi manusia saat sakaratul maut ini perlu diwaspadai karena mereka akan menjerumuskan kita pada kemaksiatan sebelum meninggal dunia.

Inilah 7 Jenis Iblis yang Mendatangi Manusia dalam Sakaratul Maut

1. Iblis dengan rupa binatang yang ditakuti


Ketika ada orang dalam keadaan sakaratul maut, ada iblis yang mendatanginya dengan rupa binatang yang ditakuti, seperti ular, harimau, singa atau binatang lainnya. Saat orang itu memandangi iblis berupa binatang menakutkan, maka ia akan terkejut dan lari ketakutan hingga melompat-lompat. Apabila ia meninggal karenanya, maka ia telah mati dalam keadaan lupa dan lalai terhadap Allah SWT bahkan ia telah menjadi munafik.

2. Iblis dengan rupa aneh


Iblis ini dapat berbentuk sebagai perak, emas atau lainya. Bahkan bisa juga sebagai minuman dan makanan yang lezat. Orang yang sakaratul maut biasanya akan teringat dengan ketamakannya terhadap barang-barang di dunia. Saat orang dalam keadaan sakaratul maut mulai meraba dan menyentuh barang duniawi itu kemudian meninggal dunia, maka ia telah mati dalam keadaan lupa dan lalai pada Allah SWT. Ia telah menjadi seorang munafik dan nerakalah tempat baginya. Kisah sakaratul maut iblis harus diketahui agar kita tidak terjerumus pada tipu daya iblis.

3. Iblis dengan rupa yang paling dibenci
Saat seseorang dalam keadaan sakaratul maut maka akan datang iblis yang menyerupai orang-orang yang dibencinya. Dengan melihat orang yang dibenci itu, maka ia akan berusaha melakukan sesuatu pada musuhnya itu, baik untuk mendorongnya atau menyakitinya. Pada saat inilah, orang itu akan meninggal dalam keadaan munafik karena telah lupa dan lalai terhadap Allah. Tempat kembali baginya adalah neraka. Inilah dahsyatnya proses sakaratul maut.

4. Iblis dengan rupa binatang yang disukai


Iblis dapat datang pada orang yang sakaratul maut dengan bentuk binatang yang disukainya, seperti kucing, kelinci ataupun anjing. Ketika binatang itu terlihat, maka ia akan meraba-raba, memeluk, dan menyayanginya. Jika saat itu malaikat mencabut nyawanya maka ia akan mati dalam keadaan lalai dan lupa pada Allah. Ia telah menjadi kaum munafik dan hanya neraka lah tempat yang pantas baginya.

5. Iblis dengan rupa sanak-saudaranya yang hendak mati
Orang dalam keadaan sakaratul maut akan didatangi oleh iblis yang menyerupai ayah, ibu, adik, kakak, atau saudara lainnya. Mereka akan menawarkan hal-hal yang disukai olehnya. Namun, iblis akan membuat janji jika orang itu mau menerima pemberiannya maka ia harus menurut pada iblis dan menyembah Tuhan mereka. Orang yang terlena dengan hal ini, maka orang itu akan termasuk dalam kaum munafik.

6. Iblis dengan 72 barisan
Iblis akan datang dalam 72 barisan karena diketahui bahwa umat Muhammad akan terbagi menjadi 73 barisan yang terdiri dari 72 barisan yang masuk neraka dan 1 barisan yang benar. Dengan datangnya 72 barisan itu akan membuat orang tersebut lalai pada Allah dan menjadi kaum munafik. Oleh karena itu tanda-tanda sakaratul maut perlu diwaspadai.

7. Iblis yang menyatakan sebagai ulama pembawa kitab
Akan datang iblis menyerupai ulama menghampiri orang yang sedang sakaratul maut. Iblis itu akan menasihati orang tersebut bahwa ia merupakan seorang ulama yang akan menyampaikan kebaikan baginya. Ia menampilkan Tuhan dan Surga palsu untuk mengiming-iminginya. Jika ia menyetujui hal tersebut maka ia akan mati dalam keadaan munafik karena lalai pada Allah.

Demikian 7 iblis yang mendatangi manusia dalam sakaratul maut, sebaiknya waspadalah ketika didatangi iblis ini saat sakaratul maut...



Semoga bermanfaat..
Share:

Senin, 30 Januari 2017

Turunnya Salju di Jazirah Arab Merupakan Tanda Kiamat Sudah Dekat



Apakah Benar Salju yang Turun di Jazirah Arab Merupakan Tanda Kiamat Sudah Dekat..

Keadaan tanah di jazirah arab populer begitu kering dan juga tandus, diiringi dengan cuaca panas yang ekstrim. daerah arab benar cuma di lalui 2 masa ialah hujan dan juga kemarau. tetapi keadaan ini mulai berbeda semenjak 6 tahun terakhir. arab yang populer bagaikan negara gersang, saat ini dihujani salju sampai - sampai membikin tanah di situ hijau dan juga produktif.

salju di arab turun secara reguler semenjak tahun 2009. sebagian negeri yang menemukan hujan salju antara lain arab saudi, palestina, suriah, dan juga lebanon. perihal yang cukup mengejutkan merupakan terbentuknya badai salju dan juga hujan salju yang amat deras pada dini januari 2015 kemudian. kejadian ini tentu mengejutkan banyak pihak, karna sebelumnya tidak sempat terjalin pergantian cuaca yang begitu tajam serupa dirasakan dikala ini.

tetapi fenomena salju yang turun di tanah arab ini tidak mengejutkan untuk umat islam. perihal ini sudah diterangkan oleh rasulullah saw semenjak 1400 tahun silam. malangnya, salju yang turun malah jadi salah satu tanda - tanda kalau akhir dunia terus menjadi dekat. perihal ini sudah dibuktikan secara dalil dan juga sains. dimana masa salju baru (new snow age) sesungguhnya telah diawali. salju di kutub utara lagi merangkak ataupun beralih lambat - laun ke arah selatan mendekati semenanjung arab.

nabi muhammad saw dalam suatu riwayat menanggapi persoalan sahabat - sahabatnya dikala ditanyai kapan datangnya hari kiamat. rasulullah menanggapi kalau hari kiamat merupakan rahasia allah swt. tetapi ia membagikan isyarat sebagaimana diterangkan dalam hadist yang maksudnya:

" hari akhir tidak hendak tiba kepada kita hingga dataran arab sekali lagi jadi dataran berpadang rumput dan juga dipadati dengan sungai - sungai (hr muslim) ".

fenomena yang sejalan dengan al - hadist rasulullah saw ini setelah itu diteliti oleh para ilmuan dari king abdul aziz university di arab saudi berbarengan para ilmuan mancanegara. salah satunya periset menggambarkan pakar geologi populer dari department ilmu bumi institut geosciences johannes gutenburg university, mainz, germany, profesor alfred kroner.

tetapi karna si profesor tidak beriman kepada al - qur’an dan juga hadist, dia menuduh kalau nabi muhammad saw dapat aja mengetahuinya lewat kitab - kitab terdahulu serupa jabur, taurat ataupun injil yang menggambarkan kalau tanah arab dahulunya menggambarkan tanah yang produktif. ataupun dapat aja nabi muhammad saw menconteknya dari ilmuan - ilmuan dari roma pada dikala itu

asumsi tersebut setelah itu ditanggapi oleh ilmuan king abdul aziz. " kamu dapat aja menuduh serupa itu, tetapi apakah kondisi dataran arab yang produktif dulu ketika itu dapat dibuktikan secara ilmiah pada masa nabi muhammad saw hidup 1400 tahun yang kemudian? " kemudian profesor. korner menanggapi " pada masa itu belum mampu dibuktikan, karna sains dan juga teknologinya tidak membolehkan. "

pakar dari arab setelah itu menanyakan apakah perihal ini dapat dibuktikan dengan perlengkapan berteknologi serupa dikala ini? si profesor menanggapi benar, daratan arab dahulunya menggambarkan tanah yang produktif dan juga banyak berkembang tumbuhan dan juga kebun dan air yang mengalir. dia meningkatkan kalau perihal itu dapat dibuktikan secara ilmiah.

profesor korner menarangkan kalau dulu sepanjang masa salju (snow age) , setelah itu kutub utara icebergs lambat - laun bergerak ke arah selatan sampai - sampai relatif bersebelahan dengan semenanjung arab, pada dikala itu hawa dataran arab berbeda dan juga jadi salah satu wilayah yang amat produktif dan juga hijau di wajah bumi. ini menggambarkan akta sains yang tidak dapat dibantah.

perihal ini lalu jadi celah untuk ilmuan arab buat berulang bertanya. “lalu bahwa pengetahuan itu dapat dibuktikan cuma dengan perlengkapan mutahir, gimana nabi muhammad mengetahuinya kalau arab hendak berulang produktif sementara itu teknologi tidak membolehkan buat memandang masa depan? ”

profesor. korner menanggapi dengan malu - malu, kalau nabi muhammad saw mampu mengenali data itu asti dari sesutu yang mengenali betul menimpa alam ini. tetapi profesor. korner mengelak buat berkata secara terus cerah kalau sesungguhnya data itu datangnya dari tuhan, allah swt yang amat ketahui tentang alam ini, karna dia - lah yang telah menghasilkan dan juga mengaturnya.

dan juga apakah data yang dikabarkan nabi muhammad saw 1400 yang kemudian kalau sekali lagi dataran arab itu hendak jadi wilayah yang produktif dipadati kebun - kebun dan juga sungai - sungai betul - betul hendak terjalin?

profesor korner menanggapi dengan tegas ya!. karna sesungguhnya proses itu saat ini lagi terjalin. masa salju baru (new snow age) sesungguhnya telah diawali, sekali lagi saat ini salju di kutub utara lagi merangkak ataupun beralih lambat - laun ke arah selatan mendekati semenanjung arab. perihal ini mampu dibuktikan dengan dalil dan juga sains, dimana isyarat itu terlihat dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani penggalan utara eropa dan juga amerika tiap masa salju datang.

" al - quran ini tidak lain cumalah peringatan untuk semesta alam. dan juga sebetulnya kalian hendak mengenali (kebenaran) berita al - quran sehabis sebagian waktu lagi " (qs. shad : 87 - 88).

terlepas yakin ataupun tidak kamu terhadap nubuat ini, sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri hendak datangnya hari kiamat. karna kehadiran hari akhir ini nyata terdapatnya, dan juga tidak terdapat yang dapat menyelamatkan kita tidak hanya amal dan juga ibadah sepanjang menempuh kehidupan di dunia.

Sumber : infoyunik.com
Share:

Ketika Umar Dibuat Geram Oleh Amr bin Ash

KISAH LUCU : KETIKA UMAR DIBUAT GERAM OLEH AMR BIN ASH

Ada hadits Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam...

Barangsiapa yang taat kepadaku berarti dia taat kepada Allah. Dan barangsiapa durhaka kepadaku berarti dia durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada pemimpin yang aku tunjuk maka dia taat kepadaku. Dan barangsiapa yang durhaka kepada pemimpin yang aku tunjuk berarti dia durhaka kepadaku

Terkait hadits di atas, ada kisah yang menarik di zaman sahabat

Begini kisahnya...

Seorang sahabat Nabi bernama Amr bin Ash radiyallahu’anhu. Beliau ini dulu musuh Islam. Setelah beliau masuk Islam tiga bulan, kemudian Nabi shalallahu’alaihi wasallam membentuk pasukan untuk menyerang salah satu suku besar arab yang memang dasarnya mau menyerang madinah.

Amr bin Ash baru masuk Islam tiga bulan, sama Nabi shalallhu’alaihi wasallam langsung ditunjuk jadi pemimpin pasukan. Dan di dalam pasukan itu ada Abu Bakar, ada Umar bin Khattab, ada Utsman bin Affan, ada Ali bin Abi Thalib, ada Zubai bin Awwam dan Sahabat mulia lainnya.

Tapi Nabi shalallhu’alaihi wasallam menunjuk Amr bin Ash. Keputusan Nabi sudah bulat, harus Amr bin Ash yang jadi pemimpin perang. Dan pimpinan perang kalau sudah ditunjuk harus ditaati dan tidak boleh ada yang menentang perintahnya.

Kalau dia bilang serang... serang, berhenti... berhenti, makan... makan, pulang... pulang.

Harus dipatuhi. Tuntunannya hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam, barangsiapa taat kepada pemimpin yang aku tunjuk maka dia taat kepadaku, dan barang siapa durhaka kepadanya maka dia durhaka kepadaku.

Waktu itu pasukan dikirim, padang pasir, tempatnya jauh dan sedang musim dingin. Saking dinginnya udara malam di sana rasanya seperti menusuk-nusuk tulang. Dingin sekali! Zaman dulu kalau sedang musing dingin cara orang menghangatkan badan dengan cara membuat api.

Waktu itu instruksi Amr bin Ash kepada pasukannya, JANGAN ADA YANG MENYALAKAN API!

Umar bin Khattab merasa tidak terima dengan instruksi Amr bin Ash, Umar berkata kepada Amr, “Hai Amr dingin, dan kau larang kita bakar api?” Kata Amr, “Instruksiku tidak boleh bakar api!”

Kita tahu, Umar seandainya mengajak duel Amr, sekali pukul Amr ini bisa mati, Umar orangnya tinggi besar, ketika itu emosi Umar tapi kemudian beliau meninggalkan Amr. Lalu Umar berbicara kepada Abu Bakar dan berkata, “Wahai Abu Bakar, apa ini maksudnya Amr baru masuk Islam sudah begini instruksinya?”

Abu Bakar dengan bijak menjawab “Hai Umar, Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidak menunjuk seseorang sementara beliau tahu ada Engkau dan Sahabatnya yang lain kecuali memang dia yang paling pantas. Ikuti dia berarti mengikuti Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. Diam! Sabar!”

Mendengar ucapan Abu Bakar tersebut akhirnya Umar diam dan sabar...

Besok pagi, menjelang shubuh, pimpinan perang ini Amr bin Ash mimpi junub.

Sementara dia harus memimpin sholat shubuh jadi imam. Tidak boleh  yang lain. Walaupun ada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali yang notabene para penghafal Al-Quran semua ini. Tapi hukum syar’i bahwa siapa yang jadi pimipinan perang maka dia yang harus jadi imam sholat.

Sementara dikisahkan Amr bin Ash dalam keadaan junub. Waktu keluar dari tenda, beliau minta dibawakan air oleh beberapa pasukannya. Umar tanya, “Kenapa wahai Amr?” Amr bilang, “Saya junub” Kebetulan pas beliau pegang air, dingin sekali. Lalu Amr bilang, “Saya mau tayamum”. Kata Umar, “Ada air, tidak boleh tayamum.” Kata Amr, “Saya mau tayamum.”

Ini masalah lain lagi nih yang bikin Umar bin Khattab geram, sudahlah tadi malam pasukan kedinginan karena tidak boleh bakar api. Ini sekarang junub hanya mau bertayamum. Umar berfikir Amr ini baru masuk Islam tapi berani-beraninya mengganti hukum mandi junub dengan tayamum.

Umar sudah jengkel, kembali Umar menemui Abu Bakar, “Gimana nih Abu Bakar?”, Kata Abu Bakar, “Ingat.. Ini utusan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, tidak boleh bantah...” Umar pun berkata, “Baiklah...”

Akhirnya Amr bin Ash jadi imam sholat shubuh dan para sahabat serta seluruh pasukan bermakmum di belakangnya. Ini hal yang luar biasa. Seorang imam mandi junub dengan tayamum saja, hal ini membuat para sahabat yang lain bertanya-tanya. Tapi mereka ga berani bantah, karena Amr sekarang jadi pemimpin mereka.

Selesai sholat, Amr memberi perintah untuk bersiap-siap menyerang musuh. Amr memberi instruksi supaya masing-masing orang harus bersama temannya yang lain. Jadi setiap orang diinstruksikan berjalan sama satu orang temannya, gak boleh pisah. Serang musuh harus selalu berdua, ga boleh ditinggal.

Ini adalah bagian strategi perang, untuk menghadapi musuh yang jumlahnya sangat banyak. Konon seandainya suku ini menyerang Madinah, maka bisa hancur Madinah ini karena saking banyaknya jumlah mereka.

Akhirnya dengan jumlah pasukan yang hanya 300 orang saja berhasil mengalahkan suku itu. Ketika pasukan musuh kocar-kacir, pasukan muslimin secara spontan hendak mengejar musuh untuk dijadikan tawanan perang, bisa jadi budak untuk diperjual-belikan.

Tapi kemudian Amr menginstruksikan pasukan untuk tetap berdiri di sini, jangan mengejar musuh. Biarkan musuh berlarian, yang penting mereka sudah kalah, kita kumpulkan harta rampasan perang yang bisa didapatkan ini, lalu pasukan pulang.

Mendengar instruksi ini, Umar bangkit lagi, “Wahai Amr, musuh sudah lari, kita kejar mereka dan tebas leher mereka.” Kata Amr, “Tidak, instruksi saya, kumpulkan gonimah, lalu kita pulang!”

Akhirnya pasukanpun kembali ke Madinah dengan membawa ghonimah dan berita kemenangan kepada Rasulullah. Baru tiba di Madinah, turun dari kuda, Umar langsung mengadukan keluhannya tentang instruksi-instruksi Amr kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam.

Umar berkata, “Ya Rasulullah, ini Amr buat begini, tidak boleh menyalakan api sementara kita kedinginan, malam-malam dia mandi junub hanya bertayamum, kemudian musuh kalah kita dilarang menangkap musuh.”

Lalu, Rasulullah bertanya kepada Amr, “Wahai Amr, keluhan sudah datang kepadaku, apa jawabanmu? Amr menjawab, “Ya Rasulullah, suku yang kita hadapi ini adalah suku yang jumlahnya kalau mereka berhasil menyerang Madinah keesokan harinya, bisa habis lah kita. Pertama, kalau kita menyalakan api, mereka tahu kita ada, maka habislah pasukan kita yang berjumlah 300 orang sementara mereka jumlahnya ribuan.” Kata Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, “Engkau benar.”

Nabi bertanya, “Mengapa engkau mandi junub dengan tayamum?” Amr menjawab, “Ya Rasulullah, airnya seperti es, dingin sekali, kalau saya mandi saya bisa sakit, saya pemimpin, kalau saya sakit siapa yang pimpin perang? Sementara Engkau amanatkan pasukan ini kepada Saya. Maka saya putuskan ber tayamum.” .” Kata Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, “Engkau benar.”

Umar yang tadinya marah... Redam marahnya...

Nabi bertanya lagi yang terakhir, “Mengapa kau bisarkan pasukan musuh lari?”

Amr menjawab, “Ya Rasulullah, 300 orang lawan sekian ribu orang, seandainya kita menangkapi pasukan mereka, maka akan terlihat kelemahan kita yang jumlahnya sedikit, kita akan dikalahkan pasti. Strategi saya pasukan kita harus berkumpul agar terlihat seperti banyak jumlahnya. Dan targetnya kan hanya mengalahkan mereka, mereka kalah dan takut, mereka juga tidak tahu jumlah pasukan kita karena langit sedang gelap. Jadi menuru saya tidak perlu kita mengejar mereka, toh ghonimah sudah kita dapatkan.” Kata Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, “Engkau benar.”

Abu Bakar menemui ke Umar bin Khattab, “Nah... Sudah tahu?”

Subhanallah hikmah dari kisah ini, Rasulullah tidak pernah salah dalam memilih pemimpin. Walaupun pemimpian yang beliau itu orang baru dalam Islam, tapi subhanallah ternyata Amr menunjukkan bahwa dia memang lebih pantas ketika itu dibandingkan sahabat yang lainnya..


Sumber : Islam Itu Indah
Share:

Senin, 23 Januari 2017

Ketakutan Iblis Terhadap Orang Tidur


Iblis di muka bumi ini memang menjadi musuh besar bagi umat manusia. Ribuan tahun iblis telah mampu membuat manusia terperosok ke dalam jurang kebathilan. Bahkan, jenis Iblis yang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan itu pun banyak sekali.

Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa dalam menyesatkan manusia Iblis mempunyai keahlian tersendiri. Yang ahli mengkufurkan orang beriman, tugasnya hanya mengkufurkan dengan berbagai tipu daya. Yang ahli menggoda orang shalat, tugasnya hanya menggoda orang shalat, dan seterusnya.

Namun, jika disuruh memilih, ternyata iblis takut menggoda orang alim dan berilmu yang sedang tidur. Mereka lebih menyukai ibadah shalat yang dilakukan oleh orang mukmin yang bodoh. Pengakuan tersebut disampaikan oleh iblis sendiri kepada Rasulullah SAW. Mengapa demikian? Berikut kisahnya.

Pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW hendak memasuki masjid, alangkah terkejutnya Ia. Tepat di samping pintu masjid, Beliau melihat sesosok tubuh, membayang, dan akhirnya semakin jelas. Ternyata ia adalah iblis laknatullah.

Ketika Rasulullah melongokkan kepalanya ke dalam masjid, terdapat dua orang di sana. Namun, satu orang tengah melaksanakan sholat, sedangkan seorang lainnya tampak tengah tertidur pulas dekat pintu. Iblis itu tampak gusar dan ragu antara masuk masjid atau tidak.

Rasulullah SAW pun bertanya, "Wahai Iblis, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Rasulullah SAW. Iblis pun menjawab, "Aku hendak masuk masjid dan merusak shalatnya orang itu. Tetapi aku merasa takut terhadap orang yang sedang tidur itu," kata iblis sambil menunjuk orang yang sedang tidur.

Rasulullah mengerinyitkan keningnya tanda semakin keheranan. Lantas, Beliau bertanya lagi, "Wahai iblis, mengapa engkau takut terhadap orang yang sedang tidur dan tidak takut kepada orang yang sedang shalat dan bermunajat kepada Allah?"

Iblis tidak dapat menyembunyikan rahasia di hadapan Rasulullah SAW. Ia pun dengan gamblang menguraikan alasannya, "Ya Rasulullah, orang yang sedang shalat tersebut adalah orang yang bodoh, ia tidak tahu syarat hukumnya shalat, tuma'ninah, dan tidak bisa shalat dengan khusyuk”.

Iblis melanjutkan perkataannya, “Sedangkan orang yang sedang tidur itu adalah orang yang alim, maka jika aku merusak shalatnya orang bodoh itu, aku khawatir, dia akan membangunkan orang yang sedang tidur itu kemudian mengajari dan membetulkan shalatnya orang yang bodoh tadi," jelas Iblis ketakutan.

Rasulullah mengangguk-anggukan kepalanya mendengar keterangan iblis. Beliau semakin sadar bahwa ilmu adalah senjata dan modal bagi umatnya untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan dunia dan akhirat.


Rasulullah pun teringat ia pernah mendapatkan firman dari Allah SWT, bahwa ketika Nabi Sulaiman diperintahkan memilih karunia yang disukainya, apakah harta, tahta, atau ilmu, Nabi Sulaiman justru lebih memilih ilmu.

Jika Nabi Sulaiman memilih harta, belum tentu tahta dan ilmu didapatnya. Jika ia mengambil tahta, maka harta dan ilmu juga belum tentu dapat diraihnya. Namun, dengan memilih ilmu, akhirnya harta dan tahta dimilikinya.

Oleh karena itu Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidurnya orang alim dan berilmu itu lebih baikdaripada orang yang ibadahnya bodoh"

Sumber : infoyunik.com
Share:

Sabtu, 21 Januari 2017

Ketika Bob Sadino Dikira Tukang Sampah di Gedung Kantor Miliknya

Ketika Bob Sadino Dikira Tukang Sampah di Gedung Kantor Miliknya

Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.

Karena pagi itu masih sangat sepi, mereka pun duduk-duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati taman yang hijau nan asri.

Sesekali si wanita membuang sembarangan tisu yang bekas dipakainya.

Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana dengan mengenakan celana pendek sedang memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek menghampiri dan memungut sampah tisu yang dibuang si wanita itu, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang sampah lagi tanpa rasa sungkan sedikit pun. Kakek tua itu pun dengan sabar memungut kembali dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantas berkata kepada anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, jelas ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?” Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Pada waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri si kakek sambil berkata, ”Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah".

Si wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek. Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut.

*****
Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha sukses yang berpenampilan sangat sederhana dan mempunyai ciri khas selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun. Beliau lahir pada tanggal 9 Maret 1933, dan telah meninggal dunia karena sakit pada 19 Januari 2015.

Gayanya yang nyentrik dengan pola pikir unik dan cenderung keluar dari pakem teori maupun buku teks ekonomi menjadikan Bob Sadino sebagai entreprenuer sejati, yang memberikan inspirasi hebat bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi pengusaha sukses.


Pelajaran yang dapat diambil dari cerita diatas

Hargailah setiap orang yang anda temui, walaupun penampilan mereka biasa-biasa saja. Penampilan seseorang belum tentu (bahkan seringkali) menggambarkan kedudukan sosialnya.
Share:

Ternyata Zaman yang Paling Ditakuti Nabi Muhammad Itu Kini Sedang Berlangsung



Ternyata Zaman yang Paling Ditakuti Nabi Muhammad Itu Kini Sedang Berlangsung

Buat renungan berbarengan menimpa kondisi akhir era dan juga tanda­tanda kiamat dari abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah saw bersabda “jika terdapat seorang mengatakan, banyak orang telah rusak, hingga orang yang mengatakan itu seorang diri yang amat rusak di antara mereka” hr muslim)

pakar ibadah yang jahil dan juga ulama yang fasik
anas radhiyallahu anhu mengatakan, rasulullah saw bersabda “akan terdapat pada akhir era rahib yang jahil dan juga ulama yang fasik” hr ibnu ady)

menjual agama karna dunia
dari abu hurairah radhiyallahu anhu, ia mengatakan, rasulullah saw bersabda “akan keluar pada akhir era orang­orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. mereka berpakaian di depan teman dengan baju yang terbuat dari kulit kambing (berpura­pura zuhud dari dunia) buat memperoleh simpati warga, dan juga kata mereka lebih manis dari gula.

sementara itu hati mereka merupakan hati serigala. allah swt berfirman kepada mereka “apakah kalian tertipu dengan kelembutanku? ataukah kalian sangat berani berbohong kepadaku? demi kebesaranku, saya bersumpah hendak merendahkan sesuatu fitnah yang hendak terjalin di golongan mereka seorang diri, sampai - sampai orang yang alim cendikiawan) juga hendak jadi bimbang “ hr tirmidzi)

pendusta dan juga pengkhianat
dari abu hurairah radhiyallahu anhu, ia mengatakan, rasulullah saw bersabda “akan tiba kepada manusia tahun­tahun yang penuh dengan tipuan. pada waktu itu sang pendusta dikatakan benar dan juga orang yang benar dikatakan dusta. pengkhianat hendak disuruh memegang amanah dan juga orang yang amanah dikatakan pengkhianat.

dan juga yang berkesempatan berdialog (berupaya membetulkan) cumalah kalangan “ruwaibidhah”. teman bertanya “apakah ruwaibidhah itu wahai rasulullah? ” nabi saw menanggapi “orang kerdil, hina, dan juga tidak mengenali gimana mengurus orang yang banyak” (hr ibnu majah)

kefasikan merajalela
dari abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya rasulullah saw bersabda “bersegeralah kalian beramal saat sebelum menemui fitnah tes berat) seumpama malam yang amat hitam. seorang yang masih beriman di waktu pagi, setelah itu pada waktu petang ia sudah jadi kafir, ataupun seorang yang masih beriman di waktu sore, setelah itu pada keesokan harinya ia sudah jadi kafir. ia telah menjual agamanya dengan sedikit harta barang dunia “ hr muslim)

penindasan terhadap umat islam

dari tsauban radhiyallahu anhu. ia mengatakan, rasulullah saw bersabda “hampir datang sesuatu era di mana bangsa­bangsa dari segala dunia hendak tiba mengerumuni kalian seperti orang - orang yang kelaparan mengerumuni sisa hidangan mereka” hingga salah seseorang teman bertanya “apakah karna kami sedikit pada hari itu? ” nabi saw menanggapi “bahkan kalian pada hari itu sangat banyak, namun kalian umpama buih di waktu banjir, dan juga allah hendak mencabut kerasa gentar terhadap kalian dari hati musuh­musuh kalian, dan juga allah hendak melemparkan ke dalam hati kalian penyakit ‘wahan’. seseorang teman bertanya “apakah ‘wahan’ itu, wahai rasulullah? ” rasulullah menanggapi “cinta dunia dan juga cemas mati” hr abu daud)

islam cuma tinggal nama
dari ali bin abi thalib radhiyallahu anhu. ia berkata, telah bersabda rasulullah saw “telah kira - kira datang sesuatu era, di mana tidak terdapat lagi dari islam kecuali cuma namanya, dan juga tidak terdapat lagi dari al­quran kecuali cuma tulisannya. masjid­masjid mereka indah, namun kosong dari anugerah. ulama mereka merupakan sejahatjahat makhluk yang terdapat di dasar langit. dari merekalah keluar fitnah, dan juga kepada mereka jua fitnah itu hendak berulang “ hr albaihaqi)

budaya yahudi dan juga nasrani
dari abu sa’id al­khudri radhiyallahu anhu. ia berkata, bahwasanya rasulullah saw bersabda “kamu hendak menjajaki jejak umat­umat saat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai - sampai jikalau mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kalian hendak menjajaki mereka” teman bertanya “ya rasulullah! apakah yahudi dan juga nasrani yang tuan maksudkan? “nabi saw menjawab” siapa lagi? “ hr muslim)

ulama tidak dipedulikan

dari sahl bin saad as­sa ‘idi radhiyallahu anhu. ia mengatakan, rasulullah saw bersabda “ya allah! janganlah engkau menciptakan saya dan juga mudah­mudahan kalian pula tidak berjumpa dengan sesuatu era di mana para ulama sudah tidak diiringi lagi, dan juga orang yang penyantun sudah tidak dihiraukan lagi. hati mereka serupa hati orang ajam, lidah mereka serupa lidah orang arab “ hr ahmad)

ulama agama terus menjadi berkurang
dari abdullah bin amr bin ‘ash radhiyallahu anhu. ia mengatakan, saya mendengar rasulullah saw bersabda “sesungguhnya allah swt tidak hendak mencabut menyirnakan) ilmu dengan sekalian dari manusia. namun allah swt menyirnakan ilmu agama dengan mematikan para ulama. apabila telah ditiadakan para ulama, orang banyak hendak memilah orang­orang jahil bagaikan pemimpinnya. kala pemimpin yang jahil itu ditanyakan, mereka hendak berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. mereka sesat dan juga menyesatkan orang lain” hr muslim)

kalangan anti hadits
dari miqdam bin ma’dikariba radhiyallahu anhu. ia berkata, bahwasanya rasulullah saw bersabda “hampir datang sesuatu era di mana seseorang laki - laki yang lagi duduk bersandar di atas sofa kemegahannya, kemudian di informasikan kepadanya suatu hadis dari hadisku hingga ia berkata” pegangan kami dan juga kalian cumalah kitab allah aja. apa yang dihalalkan oleh al­quran kami halalkan. dan juga apa yang dia haramkan kami haramkan “ (setelah itu nabi saw melanjutkan sabdanya) ” sementara itu apa yang dilarang rasulullah saw itu samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan allah swt” (hr abu daud dan juga ibnu majah)

bermegah megah dengan masjid

dari anas bin malik radhiyallahu anhu. bahwasanya rasulullah saw bersabda “tidak terjalin hari kiamat sampai umatku bermegahmegah dengan bangunan masjid” hr abu daud).

tidak terdapat imam buat sholat berjamaah

dari salamah binti al­hurr radhiyallahu anhu. ia mengatakan, saya mendengar rasulullah saw bersabda “akan tiba sesuatu era, pada waktu itu orang banyak berdiri tegak sebagian lama, karna mereka tidak memperoleh orang yang mampu mengimami mereka shalat” (hr ibnu majah)

penyakit umat islam masa kini
dari abu hurairah radhiyallahu anhu. katanya, saya mendengar rasulullah saw bersabda “umatku hendak ditimpa penyakit ­penyakit yang sempat mengenai umat ­umat terdahulu” teman bertanya “apakah penyakit­penyakit umat­umat terdahulu itu? ” nabi saw menanggapi “penyakit­penyakit itu merupakan, 1. sangat sombong , 2. sangat elegan, 3. mengumpulkan harta sebanyak bisa jadi, 4. tipu menipu dalam merebut harta barang dunia, 5. silih memarahi, 6. dengki­mendengki sampai - sampai jadi zalim menzalimi “ hr hakim)

perangkap riba
dari abu hurairah radhiyallahu anhu. ia mengatakan, rasulullah saw bersabda “akan datang sesuatu era, tidak terdapat seseorang juga kecuali ia ikut serta dalam memakan harta riba. bahwa ia tidak memakannya secara langsung, ia hendak terserang debunya “ (hr ibnu majah)

manusia tidak hirau tentang sumber pendapatannya
dari abu hurairah radhiyallahu anhu. ia mengatakan, bersabda rasulullah saw, “akan tiba sesuatu era seorang tidak mempedulikan dari mana ia memperoleh harta, apakah dari sumber yang halal ataupun juga haram” (riwayat muslim)

banyaknya sumber mineral
dari ibnu umar radhiyallahu anhu. ia berkata “pada sesuatu dikala dibawa ke hadapan rasulullah saw sepotong emas. dan juga emas itu merupakan emas zakat yang kesatu sekali dilansir. emas itu telah dibawa oleh bani sulaim dari tambang galian) mereka. hingga teman mengatakan “wahai rasulullah! emas ini merupakan hasil tambang kita “lalu nabi saw menjawab” nanti kalian hendak menciptakan banyak galian­galian, dan juga yang hendak mengelolanya merupakan orangorang yang jahat “ hr baihaqi)

merebaknya khamar
dari abu malik al­asy’ari radhiyallahu anhu. katanya rasulullah saw bersabda “sesungguhnya hendak terdapat sebagian dari umatku yang meminum khamar dan juga mereka menamakannya dengan nama yang lain. sembari diiringi dengan alunan musik dan juga suara biduanita. allah swt hendak menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan juga allah swt hendak mengganti mereka jadi kera ataupun babi “ (hr ibnu majah)

maraknya perzinaan
dari anas radhiyallahu anhu. ia mengatakan “aku hendak menggambarkan kepada kalian suatu hadis yang tidak terdapat teman yang hendak menceritakannya sehabis saya. saya mendengar rasulullah saw bersabda “di antara ciri kiamat merupakan sedikit ilmu, banyak ketidaktahuan, banyak perzinaan, banyak kalangan wanita dan juga sedikit kalangan laki - laki, sampai - sampai nanti orang hendak mengurus 5 puluh orang perempuan” (hr bukhari muslim).

berpakaian tetapi telanjang
dari abu hurairah radhiyallahu anhu. ia mengatakan, rasulullah saw bersabda “ada 2 kalangan yang hendak jadi penunggu neraka, keduanya belum sempat saya memandang mereka. kesatu, kalangan penguasa) yang mempunyai cambuk seperti ekor sapi yang dipakai buat memukul orang. kedua, wanita yang berpakaian tetapi telanjang, lenggang­lenggok sewaktu berjalan, mengayun­ayunkan bahu. kepala mereka seperti punuk balik unta). kedua kalangan ini tidak hendak masuk surga, terlebih lagi tidak hendak mampu mencium bau harumnya. sebetulnya keharuman surga itu hendak menghisap dari jarak ekspedisi yang amat jauh” hr muslim)

sikap manusia masa kini

dari aisyah radhiyallahu anhu. ia mengatakan “aku mendengar rasulullah saw bersabda” tidak hendak terjalin hari kiamat sampai - sampai seseorang anak jadi sebab kemarahan (untuk orang tuanya) , hujan hendak jadi panas, hendak meningkat banyak orang yang tercela dan juga hendak menurun orang yang baik, anak­anak jadi berani melawan orang tua, dan juga orang yang jahat berani melawan orang­orang baik” hr thabrani) anak jadi majikan ataupun tuan ibunya
Share:

Inilah Ciri Muslim Sejati

INILAH CIRI MUSLIM SEJATI

Dalam ibadah haji dan umroh kita akan berjumpa dengan berbagai macam orang dari segala penjuru dunia. Ada saudara kita yang berkulit putih dari eropa, ada yang berkulit hitam dari afrika, ada yang berkulit kuning dari cina dll.

Kesemuanya itu disatukan melalui Islam, subhanallah. Sehingga untuk memudahkan mengenal identitas sesorang, pemerintah Saudi memberikan tanda asal negara setiap orang melalui gelang yang diikatkan di tangan.

Tapi tahukah Anda apa yang menjadi ciri utama seorang muslim?

Sehingga jika seseorang memiliki ciri ini, dimanapun dia berada pasti akan dikenali sebagai muslim yang baik.

Apakah itu?

Mari kita simak hadits Nabi dalam riwayat Bukhari berikut ini, "Seorang muslim yang sejati adalah dia ketika orang lain selamat dari lisan dan tangannya".

Ini adalah ciri yang sangat sederhana namun tidak mudah dalam mengamalkannya.

Betapa banyak kita melihat seorang muslim menjelekkan muslim yang lain, hanya karena beda pemahaman, mungkin yang satu berjenggot yang satu tidak, lalu keduanya saling menjelekkan satu sama lain. Naudzubillah...

Semoga kita dijauhkan dari perbuatan menyakiti orang lain.

Ada kisah menarik dari generasi sahabat yang sangat menginspirasi karena kebaikan dirinya dalam menjaga lisan dan perbuatannya.

Begini kisahnya...

Sahabat Rasulullah Anas bin Malik menceritakan bahwa ada sebuah kejadian yang dialami di sebuah majelis bersama dengan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam.

Anas bin Malik radiyallahu'anha bercerita :

“Pada suatu hari ia duduk bersama dengan Rasulullah, kemudian beliau bersabda, “Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga."

Kemudian muncullah seorang laki-laki dari golongan Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Lalu kemudian ia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kirinya.

Dan keesokan harinya, Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam juga bersabda sama seperti hari sebelumnya, “Akan datang seorang laki-laki penghuni surga." Dan muncullah laki-laki itu lagi. Kejadian itu terus berulang sampai 3 hari berturut-turut.

Lalu ada di antara sahabat yang penasaran ialah Abdullah bin Amr bin Al-Ash mencoba untuk mengikuti seorang laki-laki yang telah disebut oleh Rasulullah sebagai penghuni surga.

Kemudian beliau pun berkata kepada laki-laki tersebut :

“Saya sekarang ini sedang ber-tengkar dengan ayah saya, dan saya sudah berjanji kepada ayah saya selama tiga hari ini saya tidak akan menemuinya. Maukah engkau memberi tempat bermalam untuk saya selama tiga hari saja?”

Lalu laki-laki itu menjawab, "Baiklah silakan engkau boleh tinggal di rumahku selama yang engkau mau."

Kemudian Abdullah bin Amr mengikuti orang itu ke rumah-nya, dan tidurlah Abdullah bin Amr di rumah laki-laki tersebut.

Di malam pertama Abdullah bin Amr menduga kalau laki-laki ini akan mendirikan shalat malam, tetapi ternyata laki-laki itu tertidur terus.

Sempat laki-laki itu bangun di tengah malam, namun hanya sesaat saja mengucapkan dzikir lalu kemudian tidur lagi.

Di malam berikutnya Abdullah bin Amr masih penasaran barangkali laki-laki itu punya amalan istimewa lainnya. Namun ternyata dia menemukan hal sama seperti malam sebelumnya yaitu tertidur pulas sampai shubuh.

Sampai malam ketiga Abdullah bin Amr sama sekali tidak melihat sesuatu yang sangat istimewa di dalam ibadah laki-laki tersebut.

Lalu keesokan paginya Abdullah bin Amr berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, dan sungguh aku juga tidak menjauhinya. Akan tetapi aku telah mendengar bahwa Rasulullah berkata tentang dirimu sampai tiga kali, "Akan datang seorang laki-laki penghuni surga.”

Kemudian yang muncul adalah dirimu. Rasulullah mengulang sabda yang sama sampai 3 hari berturut-turut dan selama itu pula yang muncul adalah dirimu.

Aku berniat memperhatikan amalan-amalanmu agar aku juga dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amalan yang sama diriku ini bisa mencapai kedudukanmu.”

Lalu laki-laki tersebut menjawab: “Yang aku amalkan sungguh tidak lebih dari apa yang telah engkau saksikan.”

Ketika aku berpaling untuk pamit pulang, dia (laki-laki itu) memanggilku lagi, kemudian ia berkata,

“Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang telah engkau saksikan tersebut. Hanya saja aku tidak pernah sedikitpun menyimpan niat yang buruk terhadap seluruh umat muslim, dan sungguh aku tidak pernah menyimpan rasa “dengki” kepada mereka atas kebaikan yang telah Allah berikan kepada mereka.”

Lalu Abdullah bin Amr berkata :

“Sungguh, begitu bersihnya hatimu dari perasaan jelek terhadap seluruh kaum muslimin, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan dirimu sampai ke tempat yang terpuji itu (surga). Hal inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan.”

Subhanallah sungguh kelihatannya disini sangat sederhana, akan tetapi justru amalan inilah yang seringkali sulit kita amalkan.

Mungkin di hari ini kita mampu berdiri tegak, rukuk dan sujud kepada Allah untuk melaksanakan shalat, akan tetapi terasa sangat sulit bagi kita untuk menghilangkan kebencian, rasa tidak suka terhadap kebahagiaan orang lain yang justru hal itu merugikan diri kita sendiri.


Sumber : Islam Itu Indah
Share:

Ibadah yang Membuat Allah Senang

BILA ALLAH #SENANG

Nabi Musa As :
Duhai ALLAH.., aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat ENGKAU senang..?

ALLAH :
Shalatmu itu untukmu sendiri, karena dengan kau mendirikan shalat dirimu terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.
Dzikir..?
Dzikirmu itu membuat hatimu menjadi tenang.
Puasa..?
Puasamu itu melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu.

Nabi Musa As :
Lalu apa ibadahku yang membuat ALLAH senang ya Robbi..?

ALLAH :
Sedekah , infaq , dan zakat serta akhlaqul karimah mu. Itulah yang membuat AKU senang... Karena ketika engkau membahagiakan orang yang sedang dalam keada'an susah (dan anak-anak yatim) , AKU ada disampingnya (mereka).
Dan AKU akan mengganti dengan ganjaran 100 kali...
(Al-Baqarah : 261-262).


Saudara seiman bila kita hanya sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu , maka itu tandanya kita hanya mencintai diri sendiri, bukan ALLAH...
Tetapi , bila kita berbuat dan berkorban untuk orang lain , serta melembutkan hati kita kepada orang lain maka itu tandanya kita mencintai ALLAH dan tentu ALLAH senang karenanya.
Apabila ALLAH senang maka ALLAH akan melimpahkan Rahmat-NYA dengan membuat hidup kita lapang dan bahagia.....

Barokallahu fiikum
Share:

Bukti Loyalitas Abu Bakar Dalam Peristiwa Isra Mi'raj

BUKTI LOYALITAS ABU BAKAR DALAM PERISTIWA ISRA MI'RAJ

Waktu yang pasti mengenai, ‘kapan tepatnya Isra Mi’raj berlangsung’ hingga saat ini memang masih menjadi perdebatan. Namun perjalanan Rasulullah tersebut tidak ada keraguan padanya.

Isra Mi’raj adalah peristiwa besar dalam kisah kenabian. Dalam berbagai Hadits dikatakan bahwa perjalanan Isra Mi’raj terjadi di malam hari yang melibatkan jasad dan ruh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang ditemani oleh Jibril.

Isra Mi’raj dimulai dari Masjidil Haram di Mekah menuju ke Baitul Maqdis di Palestina (Masjidil Aqsa). Hal tersebut sesuai dengan firman Allah di dalam Alquran yang artinya, “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.” Surah Al-Isra ayat 1.

Adapun rincian dan penjelasan mengenai perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diriwayatkan dalam berbagai hadits.

Setidaknya, ada 16 sahabat yang meriwayatkan hadits tersebut mulai dari, Ali Bin Abi Thalib r.a, Umar bin Khattab r.a, Ibnu Mas’ud r.a, Anas bin Malik r.a, Abu Dzar r.a, Ibnu Umar r.a, dan sahabat-sahabat yang lainnya.

Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar yang bisa dikatakan sebagai salah satu penghibur bagi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam setelah berbagai peristiwa dan ujian yang menimpa beliau.

Isra Mi’raj juga menjadi salah satu perjalanan terpenting Nabi Muhammad dimana beliau kemudian mendapatkan perintah untuk mengerjakan shalat. Selain itu, peristiwa Isra Mi’raj juga menandakan bahwa Nabi Muhammad memiliki keistimewaan atau mukjizat yang luar biasa.

Namun setelah kembalinya Nabi Muhammad SAW dari perjalanan tersebut, banyak diantara kaum muslimin dan orang-orang munafik pada saat itu yang menyangsikan perjalanan dan cerita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena ini merupakan sebuah peristiwa besar yang bagi beberapa akal manusia pada saat itu tidak bisa menerimanya.

Berbeda dengan kaum muslimin yang lain, Abu Bakar yang merupakan sahabat sekaligus mertua Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya mengenai hal tersebut menjawab dengan mantap bahwa hal tersebut “pasti terjadi” jika yang mengatakannya adalah Muhammad sendiri.

Begini kisahnya...

Diriwayatkan, pada pagi hari setelah Nabi Muhammad menceritakan peristiwa perjalanan beliau dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan proses mi’raj untuk naik ke langit ketujuh hingga bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’ala, beberapa orang yang mendengarnya kemudian menanyakan hal tersebut kepada Abu Bakar.

Mereka berkata, “Apakah kamu (Abu Bakar) mempercayai sahabatmu (Muhammad) yang mengira bahwa ia telah melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis tadi malam?” mendapat pertanyaan tersebut, Abu Bakar, sebaliknya, bertanya, “Apakah benar Muhammad mengatakan hal tersebut?” Kemudian orang-orang yang bertanya menjawab, “Benar!” maka kemudian Abu Bakar berkata, “Sungguh apa yang dikatakannya (Muhammad) itu benar. Dan aku akan membenarkannya pula, bahkan jika ia mengatakan lebih dari itu.”

Kisah tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Al-hakim.

Menurut cerita dari Ali bin Abi Thalib, setelah mendengarkan kesaksian dari Abu Bakar tersebut, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sendiri melalui lisannya, mengatakan bahwa Abu Bakar adalah orang yang memiliki sifat Shiddiq, yang berarti “orang yang membenarkan.”

Sejak saat itulah, Abu Bakar r.a mendapat julukan As-Shiddiq. Ini adalah salah satu bukti loyalitas Abu Bakar dan betapa besarnya Iman Abu Bakar. Beliau tidak ragu-ragu mengenai apapun yang diucapkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallamdan meyakininya sebagai sebuah kebenaran.

Bukti bahwa Abu Bakar memiliki iman yang besar adalah ucapan Nabi SAW yang dikutip oleh Ibnu Katsir, yang artinya, “Tiada aku mengajak seseorang masuk Islam, tanpa ada hambatan, keragu-raguan, tanpa mengemukakan pandangan dan alasan, hanya Abu Bakar lah ketika aku menyampaikan ajakan tersebut, dia langsung menerimanya tanpa ragu sedikitpun.

Bahkan di dalam sebuah riwayat, dikatakan bahwa Umar Bin Khattab berkata, yang artinya, “Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh umat, maka akan lebih berat keimanan Abu Bakar.”

Ini adalah bukti lain bahwa Abu Bakar memang merupakan seorang yang terbuka mata hatinya dan memiliki iman yang sangat kuat.


Sumber : Islam Itu Indah
Share:

Rabu, 18 Januari 2017

Surat Umar R.A Untuk Sungai Nil

SURAT UMAR UNTUK SUNGAI NIL

Tahukah Anda sungai nil yang terkenal sebagai sumber kehidupan masyarakat Mesir ternyata dahulu pernah berhenti mengalir dan bahkan kering airnya.

Tidak hanya itu kejadian tersebut rutin terjadi setiap tahun di masa-masa sebelum datang Islam ke negeri Mesir.

Diawali kepercayaan masyarakat Mesir yang meyakini sungai nil ada “jin penunggunya”, sehingga mereka selalu memberikan tumbal berupa anak gadis yang cantik dan masih perawan untuk kemudian diserahkan dengan cara dilemparkan ke dalam sungai nil. Tujuannya tiada lain supaya sungai nil terus mengalir dan memberikan kesuburan untuk tanah dan kehidupan mereka.

Begini kisahnya...

Pada zaman pemerintahan Amr Bin ‘Ash di Mesir sekitar tahun 20 Hijriyah. Pada saat itu, kekhalifahan dipegang oleh Umar bin Khattab r.a dan beliau memilih Amr Bin ‘Ash r.a sebagai wakilnya atau sebagai gubernur di Mesir.

Sejak zaman dahulu dan sudah menjadi kebiasaan turun temurun setiap tahun Sungai Nil akan diberikan tumbal berupa korban agar sungai tersebut terus mengalirkan airnya. Karena ini merupakan salah satu yang paling dibutuhkan oleh rakyat Mesir untuk mengairi sawah dan ladang dan untuk keperluan berbagai hal.

Dikisahkan, suatu hari, rakyat Mesir mendatangi Gubernur Amr Bin ‘Ash. Mereka berkata, “Wahai Amr, kami memiliki tradisi untuk Sungai Nil, yang dengan tradisi tersebut sungai ini bisa terus mengalir.”

Amar bin ‘Ash kemudian bertanya, “Tradisi apakah itu?”

Lalu penduduk Mesir tersebut menjawab, di bulan tertentu dan di malam tertentu kami akan mengambil seorang perawan yang paling cantik dan paling sempurna, kemudian kami hiasi dia dengan berbagai perhiasan yang akan membuatnya tampil lebih cantik dan sempurna. Selain perhiasan kami juga memberikannya pakaian yang indah dan kemudian akan dibuang ke Sungai Nil sebagai korban.”

Dari keterangan penduduk atau rakyat Mesir tersebut, Amr Bin ‘Ash langsung secara tegas menolak perbuatan sadis tersebut. Tidak hanya sadis, namun tradisi tersebut adalah tradisi yang di dalam Islam sangat dilarang, karena sama saja dengan berbuat syirik atau menyekutukan Allah.

Jawaban sang Gubernur membuat rakyat Mesir terdiam dan menerima apa yang diperintahkan oleh Gubernur.

Namun tidak disangka-sangka, karena tidak menjalani ritual tersebut, Sungai Nil pun menjadi benar-benar kering. Setelah sekian waktu berlalu hingga beberapa bulan, air Sungai Nil benar-benar berhenti mengalir. sehingga rakyat Mesir pun mulai kesulitan untuk bisa hidup.

Sawah mereka tidak bisa diairi, mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga mereka secara perlahan mulai menyangsikan keputusan dari gubernur tersebut. Tidak hanya itu, penduduk Mesir pun mulai bersiap-siap untuk mengungsi.

Mendapati kenyataan yang demikian, Amr Bin ‘Ash merasa bertanggung jawab dan tidak menemukan solusi untuk masalah ini. Sehingga beliau pun berkirim surat kepada Umar bin Khattab yang menjadi khalifah untuk memberikan solusi secepatnya.

Setelah berkirim surat kepada Khalifah Umar, beberapa waktu kemudian Amr Bin ‘Ash pun mendapatkan surat balasan. Surat balasan yang pertama yang diperuntukkan untuk gubernur mengingatkan bahwa, kebijakan yang beliau ambil sudah tepat. Namun tidak hanya satu surat yang datang, melainkan dua buah surat. Surat yang kedua adalah surat dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a kepada Sungai Nil.

Untuk surat kedua, Umar bin Khattab r.a memerintahkan sang gubernur agar melemparkannya ke dasar Sungai Nil.

Dan Amr Bin ‘Ash pun segera pergi ke tepi sungai Nil untuk melakukan perintah tersebut. Beliau melemparkan surat Umar ke dasar sungai tersebut.

Dan sungguh ajaib, atas izin Allah, di keesokan harinya, Sungai Nil kembali mengalir. Bahkan mengalir dengan air yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Apa sebenarnya isi surat Umar r.a kepada Sungai Nil tersebut?

Menurut Amr Bin ‘Ash, isi surat tersebut kurang lebih:

“Dari hamba Allah Umar bin Khattab kepada Sungai Nil milik penduduk Mesir, Amma ba’du : “jika engkau mengalir karena dirimu dan atas keinginanmu sendiri, maka tidak usah kau mengalir dan sungguh kami tidak membutuhkanmu karena hal itu. Tetapi jika engkau mengalir karena perintah Allah Yang Maha Satu dan Perkasa, sebab Dia-lah yang membuatmu mengalir, maka kami memohon kepada Allah agar membuatmu mengalir.”

Begitulah isi surat Amirul Mukminin kepada sungai nil yang kemudian membuatnya kembali mengalir. Ini merupakan pelajaran berharga bagi kita yang seharusnya lebih percaya kepada Allah dibandingkan dengan hal-hal lain yang kita anggap bisa memberikan mudharat maupun manfaat.

Sumber : Islam Itu Indah
Share:

Senin, 16 Januari 2017

Beberapa Jenis Mati Syahid di Jalan Allah


 BEBERAPA JENIS MATI SYAHID DI JALAN ALLAH
Mati syahid di jalan Allah ada beberapa macam: Syahid di dunia dan akhirat, Syahid di dunia, namun bukan syahid di akhirat, Syahid di akhirat, namun bukan syahid di dunia.

Mati syahid di jalan Allah ada beberapa macam:

Syahid di dunia dan akhirat
Syahid di dunia, namun bukan syahid di akhirat
Syahid di akhirat, namun bukan syahid di dunia

Syahid di dunia dan akhirat, akan mendapatkan pahala syahadah (yang sempurna). Orang yang dihukumi sebagai syahid di dunia dan akhirat adalah orang yang gugur dalam perang dalam, keadaan sedang maju bukan sedang kabur, dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Dan ia tidak makan dan minum setelah terluka dan jatuh di pertempuran dalam keadaan belum mendapatkan pengobatan. Sebagian ulama, orang yang terluka di peperangan lalu sempat makan, minum dan mendapat pengobatan setelah terlukanya, maka ia tidak dihukumi syahid. Kecuali jika hanya makan atau minum sedikit saja kemudian wafat setelah terlukanya, (maka masih dihukumi syahid).

Syahid di dunia adalah orang yang gugur dalam perang, dalam keadaan maju bukan kabur, namun niatnya bukan dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Maka di dunia ia dihukumi sebagai syahid secara zahirnya. Namun di akhirat, di sisi Allah, ia tidak mendapatkan pahala syahid.

Adapun syahid di akhirat yang bukan syahid dunia, ia diperlakukan di akhirat kelak sebagaimana orang yang mati syahid dan mendapatkan pahala syahid. Adapun di dunia, jenazahnya tetap dimandikan, dikafankan, dishalati, dan jenazahnya diperlakukan sebagaimana jenazah kaum Muslimin pada umumnya. Yang termasuk jenis ini di antaranya:

Al Mabthun, orang yang meninggal karena penyakit di perutnya
Al Ghariq (orang yang mati tenggelam)
Al Hariq (orang yang mati terbakar)
Orang yang sakit dzatul janbi (semacam penyakit paru-paru)
Wanita yang meninggal ketika nifas
Al Gharib, orang yang meninggal jauh di luar daerah tempatnya tinggal sehingga ia asing di sana

Dan yang lainnya semisal mereka, mendapatkan syahid di akhirat. Namun bukan syahid di dunia.

Inilah beberapa jenis mati syahid yang dijelaskan para ulama. Wallahu a’lam.
semoga renungan ini bermanfaat ..

Share:

Selasa, 10 Januari 2017

3 GOLONGAN MANUSIA DI HARI KIAMAT



3 GOLONGAN MANUSIA DI HARI KIAMAT

Manusia di hari kiamat akan terbagi ke dalam tiga golongan. Golongan apa saja itu?

Anda boleh simak penjelasan berikut ini yang disadur dari ceramahnya Ustadz Khalid Basalamah...

****

Manusia di hari kiamat akan terbagi ke dalam tiga golongan.

#1 GOLONGAN PERTAMA

Yang pertama, golongan manusia yang masuk surga tanpa hisab. Ini adalah para nabi dan rasul, para syuhada. Mengenai orang yang mati syahid ada sabda Nabi S.A.W tentang mereka, “Siapapun yang mati syahid maka diampuni semua dosanya, kalau dia mati di darat kecuali hutangnya, kalau dia mati di lautan maka dimaafkan semua dosanya.” Kemudian ada juga golongan orang-orang shiddiq yang masuk surga tanpa hisab, dikarenakan selalu bertaubat kepada Allah sehingga membuat mereka tidak ada dosanya.

#2 GOLONGAN KEDUA

Lalu golongan yang kedua adalah orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga tapi melalui proses timbangan amal. Ini dikarenakan mereka masih punya dosa-dosa yang dikerjakan, baik itu dosa dengan Allah wa ta’ala secara langsung, seperti dosa berzina, ketinggalan sholat, ada ibadah-ibadah yang dia lalaikan. Atau dia punya dosa dengan sesama makhluk. Dia punya dosa pernah ghibah, pernah memfitnah, ada hak orang lain yang diambil.

Maka golongan kedua ini harus ada timbangan amal dulu. Kalau dosanya berhubungan langsung dengan Allah Azza wa Jalla, langsung ditimbang. Kalau amal baiknya lebih banyak dari amal buruknya, maka dia selamat. Tapi tetap melalui proses timbangan. Kalau ada dosa berhubungan dengan makhluk, maka harus diselesaikan dulu urusannya dengan makhluk itu. Kalau dia pernah ghibah atau memfitnah, maka dia harus selesaikan dulu urusan itu. Orang-orang yang jadi korban ghibah dan fitnah tersebut akan datang dan menuntut kepadanya.

Pada saat mereka menuntut, maka diambillah pahala-pahala orang ini. Sampai sudah selesai urusannya dengan sesama makhluk, lalu dia ditimbang sisa amal sholehnya dengan dosanya. Kalau lebih berat amal sholehnya, maka dia selamat. Kalau amal buruknya lebih berat, maka ini berarti masuk neraka dahulu. Maka hendaklah kita berlindung diri dari perbuatan merugikan orang lain. Di antara doa yang mulia, “Ya Allah ingatkanlah hamba-Mu ini apapun yang berhubungan dengan haknya orang lain, sebelum hamba meninggal dunia dan mudahkan hamba untuk menyelesaikan.”

Mungkin hutang, mungkin pernah menyakiti hati dari lisan, mungkin pernah memukul orang, mungkin pernah pinjam barang tapi lupa mengembalikan, banyak hal yang bisa jadi kita ga tahu. Jangankan dengan orang lain, orang tua sama anak saja pada hari kiamat saling lari. “Pada hari itu orang lari dari saudaranya sendiri, dari ibunya dan ayahnya, dari pasangan hidupnya juga keturunannya.” Mereka lari, karen takut ayahnya menuntut, takut ibunya menuntut, takut istri atau suaminya menuntut, bahkan takut juga sama anaknya nanti di padang mahsyar.

Sampai Aisyah perbah menangis, “Ya Rasulullah, apakah nanti pada hari kiamat kalian akan mengingat istri-istri kalian?”, Nabi S.A.W bersabda, “Wahai Aisyah, dalam keadaan buku sedang beterbangan, ke tangan kanan atau ke tangan kiri, tidak ada orang mengingat orang lain. Begitu pula pada saat timbangan amal, tidak ada orang yang ingat orang lain. Yang dia pikir dirinya sendiri, dan juga pada saat melewati jembatan shirat, sampai dia lolos atau tidak.” Semua orang akan berpikir bagaimana menyelamatkan dirinya sendiri.


#3 GOLONGAN KETIGA

Lalu golongan yang ketiga, yang tidak melalui lagi hisab, tapi bukan ke surga, mereka masuk neraka. Siapa golongan itu? Mereka adalah orang kafir, orang musyrik, orang munafik, ini tidak ada lagi timbangan amal, karena tidak ada gunanya. Sebagaimana dalam hadits Bukhari, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah S.A.W tentang seorang tokoh Mekkah, orang ini terkenal sekali baik, suka bantu orang, silaturahim keluarganya baik, Aisyah bertanya, “Apakah bermanfaat buat dia ya Rasulullah?” Kata Rasulullah, “Tidak sama sekali, karena dia belum beriman kepada Allah, belum masuk Islam.” Jadi orang kafir sebaik apapun perbuatannya, tidak ada manfaatnya di akhirat kelak.

Naudzubillah jangan sampai kita termasuk di golongan orang-orang yang ketiga, karena golongan ini begitu pintu neraka dibuka mereka langsung dijebloskan ke dalamnya, sementara golongan lain sedang ditimbang amalnya. Namun jangan pula kita masuk ke golongan kedua karena walaupun ujunganya dia akan masuk Surga, tapi harus merasakan dahsyatnya siksa api neraka terlebih dahulu, dan ini berat. Maka targetkan lah untuk menjadi golongan yang pertama, yaitu orang-orang yang masuk Surga tanpa hisab.


Sumber : Islam Itu Indah
Share:

Kegagalan Bukanlah Penghalang




Kisah nyata yg diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu.
Dengan gaya khas beliau bercerita :
“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.
. Tahajud oke,
. Dzikir oke,
. dan Wirit oke,
. Sedekah pun oke juga...
Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'.
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.
Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN .
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.
Mandiri ITB pun gak lolos.
Si bapak bingung "kok Allah gak ngabulin impiannya sih?"
Dia kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.
Gak jadi tukang tambang tapi 'Jadi Supir Pribadi'...
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah...
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah.
Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.
Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa.
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien.
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus,
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.
Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'.
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.
Hati anak ini bergetar.
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya.
Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'.
Lucunya...
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.
Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss.
Heran kan?
Gak usah heran!
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter... Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
'Kegagalan'
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.
Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang…
Alhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...
yang waktu itu lolos? Belum tentu.”
Yuk terus doakan anak2 qt. Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah
Share:

Rabu, 04 Januari 2017

Kisah Pengemis Yahudi Buta yang Masuk Islam Karna Kasih Rasullulah SAW

Kisah Teladan Rasulullah Muhammad SAW yang Banyak Membuat Orang Menangis


Terdapatlah seorang pengemis Yahudi buta yang setiap hari menempati salah satu sudut pasar di Kota Madinah. Bukan cuma mengemis, Ia juga berseru kepada orang-orang yang berlalu-lalang di pasar tersebut, “Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan terpengaruh olehnya.”

Teriakannya yang keras tak terlewatkan oleh seorang pun yang berjalan di dekatnya. Setiap kali ada yang terdengar langkah kaki orang melewatinya, pengemis buta itu selalu mengumpat Rasulullah Muhammad SAW, dan mengatakan Muhammad adalah tukang sihir, orang gila dan sebagainya.

Pengemis Yahudi buta itu hampir setiap hari di temani oleh seseorang di sampingnya. Orang tersebut dengan lemah lembut dan kasih sayang menyuapi pengemis yang hampir tidak pernah berhenti untuk menghina dan merendahkan Muhammad SAW. Orang tersebut hanya terdiam saat teriakan makian dan hinaan itu keluar dari mulut Yahudi buta tersebut. Ia terus menyuapi makanan ke mulut pengemis itu hingga habis.

Sampai pada suatu hari, si Pengemis Yahudi Buta tidak lagi ditemani lagi oleh orang yang menyuapinya. Kemudian datanglah orang lain yang membawakan nasi bungkus untuknya dan menawarkan diri untuk menyuapinya.

Orang lain yang menawarkan diri untuk menyuapi pengemis buta yang tidak berhenti merendahkan Muhammad SAW tersebut adalah sahabat terbaik Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq. Hati dan kepala Abu Bakar mendidih mendengar sumpah serapah pengemis Yahudi tersebut.

Namun Abu Bakar menahan diri dan berusaha dengan lemah lembut menawarkan diri untuk memberi makan kepada pengemis buta tersebut. Namun bukan rasa terimakasih yang di dapat oleh Abu Bakar, jusru penyangkalan dan hardikan keras dari pengemis tersebut.

“Kau bukan orang yang biasa memberiku makanan,” hardik si pengemis buta.

“Aku orang yang biasa,” kata Abu Bakar.

“Tidak. Kau bukan orang yang biasa ke sini untuk memberiku makanan. Apabila dia yang datang, maka tak susah tangan ini memegang dan tak susah mulutku mengunyah. Dia selalu menghaluskan terlebih dahulu makanan yang akan disuapinya ke mulutku.” Begitulah penyangkalan si pengemis buta kepada Abu Bakar.

Mendengar perkataan pengemis buta tersebut, Abu Bakar tak kuasa membendung rasa harunya. Air matanya tumpah tak tertahankan, dadanya turun naik, Beliau menangis sampai terisak-isak.

Salah satu sahabat terbaik Nabi Muhammad SAW itupun berkata, “Memang, benar, Aku bukan orang yang biasa datang membawa makanan dan memberimu suapan atas makanan itu. Aku memang tidak bisa selemah lembut orang itu.”

“Ketahuilah bahwa Aku adalah salah satu sahabat orang yang setiap hari menyuapimu tersebut. Orang yang dulu biasa ke sini dan memberimu makan dan menyuapimu telah wafat. Aku hanya ingin melanjutkan amalan yang ditinggalkan orang tersebut, karena Aku tidak ingin melewatkan satu pun amalannya setelah kepergiannya.”

Si pengemis buta Yahudi tersebut terdiam sejenak dan bertanya kepada Abu Bakar siapa orang yang selama ini  memberinya makan dan juga menyuapinya.

“Ketahuilah, bahwa Ia adalah Muhammad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Orang yang setiap hari kau hinakan dan kau rendahkan di depan orang banyak di pasar ini,” jawab Abu Bakar kepada pengemis buta itu.

Si pengemis Yahudi yang buta itu tertegun. Tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, namun tampak bibirnya bergetar. Air mata pengemis buta itu perlahan jatuh membasahi pipinya yang mulai berkeriput.

Si pengemis buta tersadar, betapa orang yang selama ini ia hinakan justru memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Ia justru malah merasa lebih hina dari apapun yang ada di dunia ini.

“Selama ini aku telah menghinanya, memfitnahnya, bahkan saat Muhammad ada di sampingku sedang menyuapi aku. Tapi dia tidak pernah memarahiku. Dia malah dengan sabar melembutkan makanan yang di masukkan ke dalam mulutku. Dia begitu mulia.” Kata pengemis buta dalam tangisnya.

Pada saat itu juga, Si Pengemis Yahudi buta bersaksi di hadapan Abu Bakar Ash Shiddiq, mengucapkan dua kalimat syahadat ‘La ilaha illallah. Muhammadar Rasulullah.’ Si Pengemis buta memilih memeluk Islam setelah cacian dan sumpah serapahnya kepada Muhammad SAW dibalas dengan kasih sayang oleh Nabi Akhir Zaman tersebut.

Demikianlah kisah keteladanan Rasulullah Muhammad SAW yang sebaiknya dicontoh oleh umat Beliau. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW di Hari Penghakiman kelak.. Amiin
Share:

Resep Hidup Bahagia yang Paling Mujarab



 Inilah Resep Hidup Bahagia

Seandainya kita bertanya kepada orang-orang di sekeliling kita dari berbagai agama, bangsa, profesi dan status sosial tentang cita-cita mereka hidup di dunia ini tentu jawaban mereka sama “kami ingin bahagia”. Bahagia adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Orang mukmin ingin bahagia demikian juga orang kafir pun ingin bahagia. Orang yang berprofesi sebagai pencuri pun ingin bahagia dengan profesinya. Melalui kegiatan menjual diri, seorang pelacur pun ingin bahagia. Meskipun semua orang ingin bahagia, mayoritas manusia tidak mengetahui bahagia yang sebenarnya dan tidak mengetahui cara untuk meraihnya. Meskipun ada sebagian orang merasa gembira dan suka cita saat hidup di dunia akan tetapi kecemasan, kegalauan dan penyesalan itu merusak suka ria yang dirasakan. Sehingga sebagian orang selalu merasakan kekhawatiran mengenai masa depan mereka. Terlebih lagi ketakutan terhadap kematian.

Allah berfirman dalam surat Al Jumu’ah ayat 8:

“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah: 8)

Banyak orang yang beranggapan bahwasanya orang-orang barat adalah orang-orang yang hebat. Mereka beranggapan bahwasanya orang-orang barat hidup penuh dengan kebahagiaan, ketenteraman dan ketenangan. Tetapi fakta berbicara lain, realita di lapangan menunjukkan bahwa secara umum orang-orang barat itu hidup penuh dengan penderitaan. Hal ini dikuatkan dengan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh orang-orang barat sendiri tentang kasus pembunuhan, bunuh diri dan berbagai tindakan kejahatan yang lainnya, namun ada sekelompok manusia yang memahami hakikat kebahagiaan bahkan mereka sudah menempuh jalan untuk mencapainya. Merekalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka memandang kebahagiaan itu terdapat dalam sikap taat kepada Allah dan mendapat ridho-Nya, menjalankan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Boleh jadi di antara mereka yang tidak memiliki kebutuhan pokoknya setiap harinya, akan tetapi dia adalah seorang yang benar-benar bahagia dan bergembira bagaikan pemilik dunia dan segala isinya.

Allah berfirman,

“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya iti dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

Jika mayoritas manusia kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh menuju bahagia maka hal ini tidak pernah dialami oleh seorang mukmin. Bagi seorang mukmin jalan kebahagiaan sudah terpampang jelas di hadapannya. Cita-cita agar mendapatkan kebahagiaan terbesar mendorongnya untuk menghadapi beragam kesulitan.

Terdapat berbagai keterangan dari wahyu Alloh sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwasanya dirinya sudah berada di atas jalan yang benar dan tepat Allah berfirman:

“Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’aam: 153)

Jika di antara kita yang bertanya bagaimanakah yang dirasakan bagi orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang celaka maka Allah sudah memberikan jawaban dengan firman-Nya:

“Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Hud: 106-108)

Jika di antara kita yang bertanya-tanya bagaimanakah cara untuk menjadi orang yang berbahagia, maka Alloh sudah memberikan jawabannya dengan firman-Nya,

“Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha: 123-124)

Dan juga dalam firman-Nya,

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Kebahagiaan seorang mukmin semakin bertambah ketika dia semakin dekat dengan Tuhannya, semakin ikhlas dan mengikuti petunjuk-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin berkurang jika hal-hal di atas makin berkurang dari dirinya.

Seorang mukmin sejati itu selalu merasakan ketenangan hati dan kenyamanan jiwa. Dia menyadari bahwasanya dia memiliki Tuhan yang mengatur segala sesuatu dengan kehendak-Nya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Inilah yang merupakan puncak dari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah suatu hal yang abstrak, tidak bisa dilihat dengan mata, tidak bisa diukur dengan angka-angka tertentu dan tidak bisa dibeli dengan rupiah maupun dolar. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan oleh seorang manusia dalam dirinya. Hati yang tenang, dada yang lapang dan jiwa yang tidak dirundung malang, itulah kebahagiaan. Bahagia itu muncul dari dalam diri seseorang dan tidak bisa didatangkan dari luar.
Share:

Selasa, 03 Januari 2017

Apakah Sudah Penuh?

APAKAH SUDAH PENUH ??

* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.

* Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"

* Audiens menjawab: "Sdh penuh".

* Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"

* Audiens mjwb: "Sdh penuh".

* Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.

* Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya:
- Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.
- Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
- Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
- Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.
- Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".

* Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.

* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"

* Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan Akan terasa indah hidup ini
Share:

Minggu, 01 Januari 2017

Kerusakan Dalam Perayaan Pergantian Tahun


Ditulis Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal 

Bagaimana hukum merayakan tahun baru bagi muslim? Ternyata banyak kerusakan yang ditimbulkan sehingga membuat perayaan tersebut terlarang.

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.

Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram
Perlu diketahui bahwa perayaan (’ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. 

Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.’”
Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (’ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi. Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.

Perhatikan penjelasan Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, komisi fatwa di Saudi Arabia berikut ini:
Al Lajnah Ad Da-imah mengatakan, “Yang disebut ‘ied atau hari perayaan secara istilah adalah semua bentuk perkumpulan yang berulang secara periodik boleh jadi tahunan, bulanan, mingguan atau semisalnya. Jadi dalam ied terkumpul beberapa hal:

  1. Hari yang berulang semisal idul fitri dan hari Jumat.
  2. Berkumpulnya banyak orang pada hari tersebut.
  3. Berbagai aktivitas yang dilakukan pada hari itu baik berupa ritual ibadah ataupun non ibadah.
Hukum ied (perayaan) terbagi menjadi dua:
  1. Ied yang tujuannya adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan hari tersebut dalam rangka mendapat pahala, atau
  2. Ied yang mengandung unsur menyerupai orang-orang jahiliah atau golongan-golongan orang kafir yang lain maka hukumnya adalah bid’ah yang terlarang karena tercakup dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
    Barang siapa yang mengada-adakan amal dalam agama kami ini padahal bukanlah bagian dari agama maka amal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Misalnya adalah peringatan maulid nabi, hari ibu dan hari kemerdekaan. Peringatan maulid nabi itu terlarang karena hal itu termasuk mengada-adakan ritual yang tidak pernah Allah izinkan di samping menyerupai orang-orang Nasrani dan golongan orang kafir yang lain. Sedangkan hari ibu dan hari kemerdekaan terlarang karena menyerupai orang kafir.”Demikian penjelasan Lajnah-
Begitu pula perayaan tahun baru termasuk perayaan yang terlarang karena menyerupai perayaan orang kafir.

Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »

Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”
An Nawawi –rahimahullah– ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”[6]
Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.
Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).
Beliau bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.
Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”
Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.
Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”
Ibnu Mas’ud lantas berkata,
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.
Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru
Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).
Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.
Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”

Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu
Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.
Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.
Ibnul Qoyyim –rahimahullah– mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”
Adz Dzahabi –rahimahullah– juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”

 Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.
Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.

Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat
Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. 

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina
Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”
Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin
Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. 
Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”
Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.” Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!

Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan
Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb.

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”

Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.
 
Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. 

Allah Ta’ala berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37).

 Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”
Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru. Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.
Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.


Disempurnakan atas nikmat Allah di Pangukan-Sleman, 12 Muharram 1431 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber : rumaysho.com
Share:

Blogroll

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengelola Blog

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Weekly most viewed